Persiapan & Tantangan Program Vaksinasi Covid-19 di Jepang

Internasional

Pemerintah Jepang kini tengah sibuk mempersiapkan program vaksinasi Covid 19 yang akan dimulai Februari mendatang kepada kalangan medis terlebih dulu. "Ada banyak tantangan untuk mendistribusikan vaksin dan melakukan vaksinasi di masyarakat Jepang saat ini," papar Tetsuya Matsumoto, Profesor Kepala, Departemen Mikrobiologi, Rumah Sakit Universitas Medis Tokyo, Direktur Departemen Pengendalian Infeksi (jabatan bersamaan), Direktur Masyarakat Jepang untuk Infeksi Lingkungan, Wakil Presiden Masyarakat Jepang untuk Mikrobiologi Klinis, Penasihat Masyarakat Jepang untuk Penyakit Menular, Spesialis PMDA. Tantangan setidaknya ada tiga hal yaitu menyangkut boks freezer yang harus dengan kedinginan minus 70 derajat Celcius supaya bisa membawa vaksin Pfizer atau minus 20 derajat untuk vaksin Moderna.

"Vaksin Pfizer pun hanya bertahan untuk lima hari setelah dikeluarkan. Lalu juga lokasi vaksinasi yang harus luas sehingga orang hanya menunggu 15 30 menit saja antre di vaksinasi. Belum lagi tenaga medis yang kekurangan saat ini di Jepang," tambahnya. Negara Jepang sendiri, dari pemerintah pusat menyiapkan tiga hal penting yaitu boks freezer alat lemari pendingin yang harus bisa mencapai minus 70 derajat Celcius, mempersiapkan vaksin dan mempersiapkan alat suntik. Satu box pendingin biasanya berisi vaksin untuk 3.000 orang.

Sedangkan penduduk di Jepang per kota bervariasi, ada yang jutaan, ada yang ratusan ribu dan ada yang puluhan ribu, sehingga distribusi beserta model box pun akan berbeda satu sama lain. Masyarakat akan menyiapkan tempat yang luas, kesiapan serta koordinasi lembaga medis dan tiket vaksin yang menyebar ke masyarakat sehingga bisa berurutan, antre dengan baik saat menerima vaksinasi. Lalu bagaimana proses masuk vaksin sampai penyuntikan ke masyarakat?

Vaksin yang datang dari luar negeri tentu masuk dulu ke lokasi penyimpanan dengan infrastruktur pendingin minus 70 derajat celcius. Dikoordinasikan satu sama lain pemilahan untuk satu tempat dan tempat lainnya. Setelah lokasi vaksinasi siap menerima masyarakat untuk divaksinasi, barulah dikirimkan, sehingga vaksin tak perlu menunggu lama setelah dibuka hendak disuntikkan ke masyarakat.

"Semua harus terkoordinir dengan baik karena menyangkut juga periode jangka waktu validasi vaksin. Kalau melewati batas waktu, vaksin tidak akan efektif bahkan akan rusak saat berada di udara terbuka," lanjutnya. Smentara itu forum bisnis BBB juga akan mengkoordinir kemungkinan WNI yang ada di luar Jepang apabila ingin mendapatkan vaksin anti Corona di Jepang dapat menghubungi lewat email: [email protected] dengan subject: Vaksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *