Tugas Pirlo & Petaka Ronaldo-Sentris Masalah Konsistensi Fenomena Hegemoni Juventus yang Tergerus

Tugas Pirlo & Petaka Ronaldo-Sentris Masalah Konsistensi Fenomena Hegemoni Juventus yang Tergerus

Fenomena Liga Italia yang cukup menarik perhatian penikmat sepak bola Serie A ialah tergerusnya dominasi Juventus. Perlahan tapi pasti performa klub elite Liga Italia, Juventus mengalami penurunan yang cukup tajam. Terbukti di musim ini tim besutan Andrea Pirlo itu telah mengemas enam hasil imbang dan enam kemenangan dari 12 laga yang dilakoni.

Jika dibandingkan musim lalu, catatan hasil raihan imbang Juventus mengalami peningkatan. Musim 2019/2020, Bianconeri menorehkan lima hasil imbang ketika kompetisi berakhir dan mereka menyabet gelar Liga Italia. Tergerusnya dominasi Juventus adalah topik yang tepat jika berkaca hingga Gironata 12 Liga Italia musim ini.

Juventus yang sangat mengandalkan sosok Cristiano Ronaldo, kini menduduki posisi ketiga klasemen Liga Italia lewat 24 poin. Ronaldo dan kolega berjarak empat poin dengan raksasa yang baru bangun dari tidur panjangnya, AC Milan, yang saat ini jadi pemuncak klasemen. Dalam analisis , media Italia itu menyebutkan bahwa Juventus tengah mengalami penurunan performa.

Masalah terus mendera tim yang berasal dari Turin, italia itu. Pada awal musim, Andrea Pirlo memiliki kendala pada pakem formasi yang ia akan patenkan. Sebanyak enam pertandingan di semua kompetisi selalu dirubah oleh Pirlo mengenai susunan formasi yang digunakan.

Hingga pada akhirnya, Pirlo menetapkan bahwa skema 3 5 2 menjadi ciri khas permainan Juventus. Tak berhenti sampai di situ, masalah lain datang ketika Paulo Dybala kehilangan sentuhan magisnya. Berawal dari terpapar Covid 19 hingga dinyatakan sembuh, namun permainan bintang Juventus itu justru mengalami penurunan yang signifikan.

Imbasnya, Pirlo memilih untuk mengesampingkan Paulo Dybala di bangku cadangan dan memilih Alvaro Morata sebagai pendamping utama Ronaldo. Buntut dibangkucadangkannya Dybala berimbas panjang. Tak sedikit kalangan yang menyangsikan atas apa yang dilakukan oleh Pirlo.

La Joya (julukan Dybala) sendiri sempat berang mengetahui dirinya banyak memulai laga dari bench pemain. Situasi tersebut belum memuncak mengingat Juventus masih meraih sejumlah kemenangan penting. Namun klimaks masalah terjadi tatkala Juventus tertahan imbang saat bersua Atalanta.

Tepatnya pekan 12 Liga Italia, laga Juventus vs Atalanta di Stadion Allianz berkesudahan imbang 1 1. Kritik semakin banyak mengudara melihat bahwa laga tersebut Juventus diperkuat oleh Cristiano Ronaldo. Tak bisa dipungkiri bahwa situasi Ronaldo Sentris tengah dialami oleh Bianconeri.

Tercatat dari 24 lesakan Juventus di ajang Liga Italia, 10 di antaranya berasal dari Ronaldo. Statistik itu menunjukkan bahwa bagaimana besarnya pengaruh seorang CR7 bagi penyerangan klub satu kota dengan Torino. Pada awalanya tidak ada yang salah atas ketergantungan tersebut.

Namun pada laga menjamu La Dea, keberadaan Ronaldo yang bermain sejak menit awal dan gagal membawa Juventus meraih 3 poin berujung petaka. Juventus yang terlalu Ronaldo Sentris tak memiliki pelapis yang sepadan untuk mengkreasikan gol lainnya ketika sang bomber andalan mandul. Bahkan dalam analisis dituliskan bawah Pirlo harus mengambil sikap yang tegas atas fenomena penurunan performa mereka.

Juventus harus memilih bahwasannya, mereka ingin memperpanjang rekor gelar Liga Italia menjadi 10 kali beruntun, atau hanya semata menguatkan dominasi Cristiano Ronaldo. Berbicara mengenai Juventus, tentu tak perlu diragukan kembali bahwa di setiap lini permainan mereka adalah kilauan pemain bintang. Namun pada kenyataannya, ketergantungan Bianconeri terhadap sosok Ronaldp menjadi petaka bagi mereka dan mulai tergerusnya dominasi Si Nyonya Tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *