Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula

Tips Beli Saham yang Baik untuk Pemula

Apakah Anda sedang mencari tahu tips beli saham untuk pemula? Jika iya, maka di sini merupakan tempat yang paling tepat untuk Anda yang ingin belajar investasi saham pemula. Saat ini telah banyak orang yang tertarik dengan investasi saham, namun tidak sedikit dari mereka yang masih bingung bagaimana cara investasi saham untuk pemula.

Di sini kami akan membagikan tips beli saham untuk pemula yang baik dan benar sehingga ketika Anda berinvestasi tidak akan salah dalam memilih saham yang tepat.

Perlu Anda ketahui bahwa saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi namun di samping itu keuntungan yang Anda dapatkan juga tinggi, dalam hal ini risiko dan keuntungan memang berbanding lurus.

Investasi saham merupakan investasi jangka panjang, sehingga Anda perlu memahami lebih dalam apa saja yang perlu dilakukan dan yang perlu Anda perhatikan ketika investasi saham, kami memiliki tips investasi saham jangka panjang yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.

Bagi Anda yang masih pemula atau yang baru ingin memulai investasi saham berikut ini kami memiliki beberapa tips yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham sebuah perusahaan.

Inilah 6 Tips Beli Saham untuk Pemula yang Tepat

Metode kami dalam investasi saham itu sederhana, yaitu beli saham perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar.

  1. Tentukan Perusahaan Sekuritas untuk Membeli Saham

Tips beli saham untuk pemula yang paling utama yaitu menentukan perusahaan sekuritas yang ingin Anda gunakan. Perusahaan sekuritas ini menjadi perantara untuk melakukan jual-beli saham dan untuk membantu proses pembukaan rekening dana nasabah pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu Anda perlu memilih perusahaan sekuritas yang terpercaya sebagai tempat untuk Anda membeli atau menjual saham yang Anda miliki.

  1. Membuka Rekening Dana Nasabah

Setelah Anda menentukan perusahaan sekuritas yang ingin Anda gunakan untuk investasi saham, sekarang Anda perlu membuat Rekening Dana Nasabah (RDN). Ini merupakan rekening yang wajib dimiliki oleh para investor untuk melakukan transaksi jual-beli saham di pasar modal.

Dalam pembuatan rekening dana nasabah, masing-masing perusahaan sekuritas mewajibkan para investor untuk menyiapkan beberapa dokumen data diri seperti KTP, NPWP, Buku Tabungan, dan sebagainya. Masing-masing perusahaan sekuritas mungkin membutuhkan persyaratan yang berbeda-beda.

  1. Temukan Saham Perusahaan yang Bagus

Sebelum Anda membeli saham, alangkah baiknya menentukan saham dari perusahaan mana yang harus Anda beli. Oleh karena itu Anda perlu mencari perusahaan yang bagus dan terpercaya.

Lalu, seperti apa definisi perusahaan yang bagus? Bagi kami, perusahaan yang bagus harus memiliki empat karakteristik berikut:

  • Meningkatnya pendapatan dan lebih baik apabila dua digit (metrik: pertumbuhan pendapatan)
  • Margin profitabilitas yang konsisten dan/atau tumbuh (metrik: gross margin %, EBIT % dan EBITDA %)
  • Tingkat hutang yang wajar (metrik: coverage interest ratio, debt to equity, net debt to EBITDA)
  • Penghasilan free cash flow yang konsisten dan berkembang (metrik: unlevered free cash flow)

Pertama, yuk bahas tentang pendapatan. Kami suka perusahaan dengan potensi pertumbuhan pendapatan yang tinggi karena mereka cenderung akan meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham di masa depan. Keuntungan yang lebih tinggi = free cash flow yang lebih tinggi. Akan lebih baik lagi apabila perusahaan dapat tumbuh lebih cepat daripada pasar karena itu berarti mereka merebut pangsa pasar dari kompetitor.

Kedua, perusahaan yang berkualitas harus memiliki margin profitabilitas yang konsisten atau meningkat karena itu berarti perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif, moat yang kuat, dan efisien secara operasional.

Ketiga, perusahaan harus memiliki tingkat hutang yang wajar. Untuk tumbuh, perusahaan dapat mengambil hutang untuk membangun pabrik, mempekerjakan karyawan, berinvestasi dalam R&D, dll. Meskipun mengambil hutang itu normal, tingkat hutang tetap harus masuk akal. Jika sebuah perusahaan memiliki terlalu banyak hutang dan mereka gagal bayar, pemegang saham akan rugi. Selain itu, jika perusahaan tidak gagal bayar tetapi arus kasnya seret, maka perusahaan akan memprioritaskan pembayaran hutang daripada untuk tumbuh.

Keempat, jika perusahaan memiliki ketiga metrik yang disebutkan di atas, mereka harusnya memiliki arus kas yang stabil. Perusahaan yang secara konsisten dapat menghasilkan arus kas cenderung mengalami kenaikan harga saham dan membayar sebagian dari keuntungan mereka kepada investor, biasanya dalam bentuk dividen.

Itulah beberapa tips beli saham untuk pemula yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan investasi saham. Tips ini bertujuan untuk menambah wawasan dan bukan menjadi tolak ukur Anda dalam melakukan investasi uang terbaik. Risiko baik berupa keuntungan atau kerugian dari membeli saham ditanggung oleh Anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *