Jumpa Pers PM Yoshihide Suga Dikritik Keras Wartawan Jepang

Internasional

Jumpa pers PM Jepang Yoshihide Suga malam ini (13/1/2021) dikritik keras seorang wartawan Jepang bernama Jimbo. "PM Jepang sebagai kepala negara selalu meminta masyarakat menahan diri di rumah. Banyak sekali pengorbanan kami ini. Lalu apa saja yang telah anda lakukan sebagai pemerintah? Saya rasa terlambat pula mengeluarkan deklarasi darurat. Kelemahan sistim medis Jepang disebut anda karena Jepang berbeda dengan yang lain. Jadi bagaimana ini sebenarnya?" tanya Jimbgo wartawan senior Jepang malam ini (13/1/2021). Menanggapi hal tersebut PM Jepang tetap mengacu jawabannya kepada permohonannya agar masyarakat mempersingkat waktu di restoran dan menahan diri untuk tidak keluar.

"Langkah langkahnya sama seperti terakhir kali, mempersingkat waktu hingga jam 8 malam di restoran, mengurangi jumlah karyawan yang pergi bekerja melalui telework hingga 70%, terutama ketika keluar tanpa perlu setelah jam 8 malam dihindari. Ada empat batasan yaitu menahan diri menonton olahraga, dan menghindari masuk ke konser. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk melakukannya." PM Suga menyatakan akan mengambil tindakan kepada orang yang melanggar di wilayah dengan wilayah target deklarasi sebagai sebuah negara. "Kami akan mengambil tindakan efektif tanpa melewatkan waktu. Kami akan mengamankan tempat tidur secara menyeluruh. Kami juga melakukan segala upaya untuk mengamankan sistem medis. Di Tokyo, untuk mengamankan ranjang corona, kami akan membentuk tim dengan pemerintah pusat, dan setelah pemerintah pusat memberikan dukungan keuangan, satu per satu. Kami bekerja secara langsung dengan satu rumah sakit untuk mengamankan 500 tempat tidur," tekannya lagi.

Di masa mendatang, PM Suga menekankan akan melakukan upaya serupa di area lain untuk mengamankan tempat tidur secara menyeluruh. "Yang penting tolong jangan keluar rumah jika tidak perlu di siang hari dan segera masuk rumah setelah jam 8 malam ketika restoran tutup, tetapi juga pada siang hari. Saya ingin Anda menghindari makan dan minum yang berisiko tinggi terinfeksi, seperti minum alkohol dan bersuara keras atau duduk di kejauhan." PM Suga bertekad akan melakukan segala upaya yang bisa untuk melindungi hidup dan mata pencaharian masyarakat.

"Agar tidak memperpanjang situasi saat ini, rakyat, pemerintah nasional, dan pemerintah lokal harus mengatasi kehidupan yang dibatasi ini ke arah yang sama. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu rakyat. Saya ingin meminta Anda semua untuk bekerja sama sekali lagi." PM Suga menyatakan akan meninjau perilaku masyarakat secara menyeluruh hingga tanggal 7 Februari 2021 yang merupakan periode target. Terutama, jumlah orang muda yang terinfeksi di usia 30 an atau lebih muda meningkat, dan banyak dari mereka yang asimtomatik atau ringan. Kenyataannya adalah bahwa orang muda tanpa disadari menyebarkan infeksi dengan keluar, makan dan minum.

PM Suga juga mengungkapkan segera akan mengeluarkan UU penanganan pandemi Corona yang diperbaharui termasuk sanksi hukum denda dan atau tahanan bagi para pelanggarnya dalam waktu dekat ini. Jepang menutup pintu buat semua warga asing mulai kini, termasuk pemegang visa bisnis 11 negara masing masing Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Laos, Myanmar, Taiwan, Singapura, Brunei, Korea Selatan, dan China. Selain itu PSBB terhadap 11 wilayah adalah Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, Kyoto, Fukuoka, Gifu, Tochigi dan Aichi.

Masih belum terpikirkan untuk PSBB semua tempat di Jepang, "Masih diteliti dan dimonitor lebih lanjut oleh tim ahli nasional penyakit menular," tekan PM Suga lagi. Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *